Posts

Harpitnas, ngantor?!?

Image
Kemarin, Senin pagi…. Seperti biasa, sekitar jam 06.15 am, berangkat ngantor naik metromini. Wuah… jalanan sepi, dan pastinya…lancar jaya….. Bahkan pedagang-pedagang kaki limapun ikut libur. Hanya ada beberapa orang dalam bis. Aku, dan seorang ibu dan dua orang anaknya yang masih kecil. Kalau penumpangnya sedikit begini, agak takut juga (ingat kasus-kasus kejahatan di angkutan umum). Mana pakaianku rapi banget (maklum hari Senin), niat bener nich ngantor. Ingak-inguk, di jalanan kok sepertinya tidak ada tanda-tanda yang lainnya pada ngantor yah?? Tweweweng.... Wuah jangan-jangan libur nich?? Untuk memastikkan aku sms teman, kata dia sich masuk kerja seperti biasa, tapi dianya sendiri malah cuti hhhhh.... Sepiiii...... Karena jalanan sepi, sampai di kantorpun lebih cepat dari biasanya. Kepagian. Gedung tinggi yang biasanya hiruk pikuk ini, jadi terasa agak aneh karena sepi. Beberapa lift mati, dan tidak ada antrian di depan lift. Lift kosong terbuka begitu saja menantik...

Tim selanjutnya

Image
Di tim-tim inilah aku pernah bekerja. Senang mengenal kalian semua, Team 1, Team QC, Team IQC, and Team IVV, dan foto yang di tengah aku sebut saja Team 89 hehehe Thank you for all good cooperation ^_^

My 2nd Team

Image
In mid-2005, I moved to Team 1 (my 2nd team).  With my 2nd team , Mr. Marcel and his wife This photo was taken when the farewell with Mr. Marcel seven years ago, before he returned to his home country.  He was the one who interviewed me into the company where I work now, as I've mentioned here . I think he is a good leader and very friendly. All my friends in this picture (and the picture in my previous post ) has resigned, only me left now

My 1st Team

Image
My first team...called Team 8. I was on the team about 6 months, from the beginning to the middle of 2005.

Masih di Angkot

#Curhat Paling sebal kalau naik angkutan umum (angkot, kopaja, metromini), jumlah penumpangnya sedikit atau hampir kosong. Beberapa alasannya adalah : Angkot jalannya jadi pelan-pelan seperti keong, supirnya ingak-inguk cari penumpang di jalan. Kalau kebetulan si sopir melihat ada orang lagi jalan keluar gang atau cabang jalan, pasti ditungguin. Padahal orang itu belum tentu ingin naik angkutan umum tersebut. Akibatnya perjalanan jadi terasa luaaamaaa..... Karena penumpangnya sedikit, suka dioper ke angkot lain yang sejurusan sebelum nyampai di tempat tujuan. Kadang proses pengoperan dilakukan di tengah-tengah jalan, membuat bunyi klakson kendaraan lain saling bersahutan. Yang tadinya duduk, jadi berdiri di angkot yang baru. Paling sebal kalau lagi enak-enak tidur dibangunin untuk ganti angkot, huh.... Pernah juga di oper sampai 3 kali waktu mau ke stasiun, hadeeehhh...untung nggak ketinggalan kereta. Karena penumpangnya sedikit juga, jadi ngetem lama di tengah perjalanan....

"SENTUHAN LUMAYAN”

Image
A few days ago, my sister went traveling to Malaysia . One of the places she visited was a mosque named Masjid Putra. She was amazed by some of the rules that must be obeyed so that visitors can enter the mosque. One of them is about the dress code. When she would go into the mosque, she was told by officials there about how the mosque dressed. In fact my sister was wearing the hijab, apparently tops (shirts) that she wore was not long enough as well. The officer told her to wear a robe (like a toga) that has been provided by the mosque. Long robes and colored pink xixixi And one more thing that makes my sister surprised and frowned, is the one written on the walls of mosques reads "SENTUHAN LUMAYAN”. Hmmm… sound weird for me too, xixixi. She asked a friend of a friend who came from Malaysia , but apparently they are also much less understand its meaning. I wonder what does this ("SENTUHAN LUMAYAN”. ) mean??? Anybody knows? NB : lg bljr boso enggres ae...

Dikira Guru

Image
Entah sudah keberapa kalinya saya dikira seorang guru sekolah. Mungkin gaya dan penampilan saya memang ‘guru banget”. Sama sekali tidak ada tampang eksmud hahahaa Mirip ga...??? :D Waktu pulang dari kantor, dan bertemu segerombolan anak SD saya sering dikasih salam “Assalamu’alaikum Bu…” Sayapun menjawabnya sambil tersenyum. Beberapa kali bertemu dengan pemulung yang masih anak-anakpun mereka menganggukan kepalanya sambil tersenyum. Sayapun membalasnya dengan hal yang sama. Beberapa bulan yang lalu, ibu-ibu komplek perumahan dekat kos saya, juga mengira saya guru TPA di masjid di lingkungan mereka. Wuah padahal saya belum pernah mengajar ngaji. Kemarin waktu saya membeli cabai di warung depan kos, anak si penjual yang berusia sekitar 5 tahun tiba-tiba salim , dan mencium tangan saya sambil tertawa-tawa dan mengajak ngobrol. Ih…lucu sekali anak itu Sayapun tersenyum lagi. Dan masih banyak lagi yang lainnya. Hmmm….sepertinya ada seorang guru SD dan guru TPA yang mi...