Friday I'm in Love

12/03/2010 10:08:00 AM ria haya 2 Comments

Pagi di hari jum'at di awali dengan hujan yg cukup lebat, waduh berat sekali beranjak dari kasur yg empuk. Huwaa...harus cepat-cepat berangkat kantor nich, sebelum macet semakin menjadi. dan benar saja begitu keluar ke jalan raya, wow muaacceeet.... Sesampainya di kantor jam 06.58 am, wow masih sepi, pasti banyak yang telat nich....

Lihat berita di internet dulu ah, wow makin rame aja nich.
- Tentu saja berita pagi dihiasi dengan berita tentang kemacetan Jakarta yang diguyur hujan di pagi hari, entah sampai kapan kayak gini terus??

- Gayus masih rame. Kemarin malam sambil dengerin berita di TV, main tamparan2 gayus di facebook, skor gue adalah 53 tamparan dalam 1 menit, dg kecepatan 5 tamparan/detik hahahaha, cuma bisa nampar di fesbuk doank


- Warung Bakso, Burjo & Mie Rebus Juga Kena Pajak
Dijelaskan, sesuai amanat UU nomor 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan restribusi daerah yang menyebutkan warung, kafetaria dan semua yang menyediakan jasa makanan dan minuman, wajib kena pajak.


Yang terkena pajak adalah mereka yang omzetnya lebih dari Rp 60 juta/tahun. Jadi kalau ada warung bubur kacang ijo dan Indomie rebus yang omzetnya di atas itu kena pajak, juga warung bakso, soto, mie ayam yang dia menyewa tempat omzetnya di atas Rp 60 juta/tahun, mereka juga kena pajak.
Waduh....itu warung favourit saya je sebagai anak kos. Murah meriah dan kenyang. Kalau kena pajak, nti kayak makan di KFC and resto2 lain di mall donk, kena PPN 10 %, aiih aih aihhh....tambah pusing bagi duit...
Kalau ingat uang pajaknya cuma di korupsi ma orang2 model gayus, pengin main tampar-tamparan lagi :p


- Keistimewaan DIY
Polemik tentang tuduhan Monarki ke Yogya juga makin ramai, walau Pak Presiden sudah memberikan keterangan pers mengenai polemik monarki di Istana Kepresidenan.
Darahku sebagian dari Jogja juga, kakek nenekku asli sana, dan aku pernah hidup di sana beberapa tahun menuntun ilmu.
Semoga ada dialog antara pemerintah pusat dan rakyat DIY, gimana baiknya penyelesaiannya, ditentukan keseimbangannya.
Menurut gue yang ga ngerti ilmu politik, mo daerah itu istimewa atau ga, yang penting orang-orang yang hidup di sana istimewa, pemimpinnya bisa mengistimewakan rakyat. Temanku bilang monarki demokratis (tahta untuk rakyat) bukan kebalikannya :)

Demokrasi itu memang berbicara hak tapi bukan dalam bentuk generalisasi.
Indonesia sudah beragam sejak dulu.
jangan coba membandingkan enaknya rendang dengan gudeg,
bukan menyetarakan empek-empek dengan bakwan.
rasa getuk dan cireng emang beda.
semua juga istimewa.
sejak dulu.
sejak awal.
NKRI
(http://rovicky.wordpress.com/2010/12/02/demokrasi-dalam-kebhinnekaan/)

- Majalah Forbes kembali membuat daftar 40 orang terkaya di Indonesia

Seperti yang dikutip dari detik.com
Majalah Forbes kembali membuat daftar 40 orang terkaya di Indonesia. Pemilik grup Djarum, Budi dan Michael Hartono masih berada di posisi puncak dengan nilai kekayaan US$ 7 miliar.

Gimana gak jadi yang terkaya. Tetangga gue di kampung hanya seorang buruh biasa, penghasilannya hanya 20rb/hari.
Minimal dalam 1 hr dia bisa menghabiskan rokok 1 bungkus, taruhlah harganya 12rb/bungkus (gue ga tau harga2 rokok)
Dalam 1 bulan dia membakar uang Rp. 360rb. kalo dlm 1 hr dia menghabiskan 3 bungkus rokok, maka dalam 1 bulan dia membakar uang
1,08jt. Wow...berapa yang tersisa tuk istri dan anaknya???
Dia tidak sendirian, ada sekian juta perokok berat dr kalangan
menengah ke bawah di negeri ini yg memiliki spending style seperti
tetangga gue tsb. Nda heran orang paling kaya di Indonesia adalah bos rokok

Forbes menuliskan, investor kini sedang sangat mencintai Indonesia. IHSG dalam 12 bulan terakhir tercatat melonjak hingga 115%, dan berada di posisi kedua terbaik setelah Shenzen SE Composite China.
Tak heran jika nilai kekayaan orang-orang terkaya di Indonesia pun meningkat. Secara total, nilai kekayaan 40 orang terkaya di Indonesia meningkat tajam dari US$ 21 miliar pada tahun 2008 menjadi US$ 42 miliar. Angka itu juga naik US$ 2 miliar dibandingkan nilai kekayaan terbesar yang dicapai pada tahun 2007.
Konglomerat sektor batubara lainnya yang juga pemilik Bumi Resources yakni Aburizal Bakrie juga berhasil naik peringkat, setelah tahun lalu melorot tajam akibat krisis. Nilai kekayaan Aburizal meningkat tajam dibandingkan tahun 2008 yang hanya US$ 850 juta, dan ada di posisi ke-8. Kini Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie berada di posisi ke-4 dengan nilai kekayaan US$ 2,5 miliar.

Oi..Pak Ical... lusi gimana tuch, sumbangin sich 1 or 2 miliar. Pas gue ke sana ternyata emang luas banget tu lusi, dan tanggulnya cuma gitu doank. Kakak sepupuku punya tanah sekitar 7 km dr tu lumpur dah ga laku lagi kalau tu tanah dijual...
Wow, walaupun katanya terjadi krisis global di Indonesia masih banyak tedapat orang2 kaya yang mengalami peningkatan kekayaan. Bagi-bagi donk pak....jangan lupa zakat ya!!!!


Btw judulnya ga nyambung ma isinya, itu memang judul lagu yang gue dengerin di radio tiap hari Jum'at hehehhehe
Gue seneng besok dah long weekend, besok pulkam, naik kereta api tut...tut...tut...siapa hendak turut....

2 komentar:

Adi Chimenk said...

prkenalkan, gw orang terkaya setelah yang ke 40..:)

ria haya said...

hehehe, lam kenal juga
asik ada orang kaya mampir di blog gue