Akibat kipas angin dan lapar

2/27/2011 03:16:00 AM ria haya 9 Comments

Terbangun dini hari karena perut terasa sakit banget,seperti diaduk-aduk isi perutnya…bukan karena pengin ‘**k**
Waduh…. pasti ini gara-gara lupa matiin kipas angin pas tidur, dan perut lapar nich.... Karena sebelum ketiduran hanya makan es krim aja. Malam – malam begini mana bisa minta tolong kerokan, paling cuma pakai minyak kayu putih aja nich....wes ewes ewes, moga bablas angine....
“ Ya, Allah ampuni hambamu ini yang lalai, jangan kau timpakan kepada hamba penyakit yang aneh-aneh. Semoga ini cuma karena masuk angin biasa dan karena kelaparan saja”
Kalau saya sakit, saya jadi sering parno, waduh jangan-jangan ini penyakit gawat (lebay.com), dan tiba-tiba jadi teringat Tuhan xixixi. Kalau dah begini baru ingat tuk mohon-mohon ampunan, manusia…!!!
Siapa yang belum pernah masuk angin? Hampir semua orang pasti pernah mengalaminya.

Dalam ilmu  kedokteran tak mengenal istilah masuk angin, banyak orang yakin masuk angin adalah masuknya pathogen angin atau pathogen dingin melalui kulit, mulut, atau hidung. Pathogen angin ini hanga masuk saat tubuh dalam kondisi menurun. Jika tubuh dalam kondisi fit, pathogen atau virus angin bisa terhadang oleh daya tahan tubuh. Sebaliknya, saat badan drop, virus ini bisa herkembang menjadi masuk angin yang kalau berlanjut bahkan bisa memancing munculnya batuk dan pilek. (kompas.com)

Biasanya kalau masuk angin, saya nda pernah minum obat atau jamu, paling cuma kerokan dan minum teh hangat. Pokoknya nyari yang hangat-hangat J serta istirahat.
U know kerokan tooo...? Kerokan is drawing a oiled coin over your skin repeatedly until your skin turns bright red) ... makes you the wind exit your body and you get well.
Saya sich kurang suka dikerok karena geli geli sakit. Tapi kerokan obat yang paling murah hehehe, cuma bermodalkan uang logam aja berapapun nilainya yang penting bisa dipakai, plus minyak kayu putih, balsem atau minyak tanah hehehe

Kadang-kadang saya mikir, jangan-jangan namanya masuk angin dan kerokan cuma ada di Indonesia doank hihihi
Menurut literal translation "masuk angin" is: a draft or wind has entered [the body], i.e., to have a slight cold.
masuk = to enter, angin = wind
Ternyata kerokan tak hanya populer di Indonesia. Orang Vietnam menyebut kerokan sebagai cao giodi. Adapun warga Kamboja menjulukinya goh kyol. Di China yang terkenal dengan akupunturnya, metode kerokan juga cukup populer dengan sebutan gua sua. Bedanya, orang China memakai batu giok sebagai alat pengerok, bukan kepingan uang logam.
Sebenarnya warna merah di kulit yang timbul setelah kerokan itu apa sebabnya sich? Ibu saya mengatakan kalau warna merahnya pekat, maka itu pertanda benar-benar masuk angin, kalau nda berarti ya ga papa.
Menurut kompas.com secara ilmiah warna merah pertanda pembuluh darah halus (kapiler) di bawah permukaan kulit pecah sehingga terlihat sebagai jejak merah di tempat yang dikerok. Badan orang sehat pun akan memerah jika dikerok. Di Negara-negara barat kerokan tidak dikenal. Namun, secara medis, kerokan adalah salah satu metode memperlebar pembuluh darah tepi yang menutup (vasokontiksi) menjadi menjadi semakin melebar (vasaditilasi). Tapi kata Pak Dokter jika terus menerus kerokan bisa menyebabkan pembuluh darah kecil dan halus akan pecah.

Saran dari dokter untuk menghalau masuk angin :
  1. Perbanyak asupan makanan dengan kalori yang tinggi. Makanan atau asupan berkalori atau berprotein tinggi akan membantu tubuh kembali fit.
  2. Biasakan pola hidup yang bersih dan biasakan mencuci tangan, agar tidak mudah terserang penyakit
  3. Ada baiknya kita mengonsumsi makanan yang mengandung phytochemical alias vitamin alami pada tumbuhan. Umumnya, vitamin ini ada banyak pada buah-buahan atau sayuran segar berwarna hijau, merah dan kuning gelap. Sayur atau buah yang mengandung phytochemical akan membantu memperkuat daya taban tubuh
  4. Perbanyak minum air putih. Air berfungsi mengangkat racun-racun yang ada dalam tubuh. Air juga sekaligus mampu mengencerkan dahak yang terlanjur bersemayam dalam tubuh.
  5. Istirahat yang cukup
                                                                                 
Wuuaaaahh…udah jam 3 lebih…tidur ah…dah mulai sentlap sentlup nich hidungnya…

9 komentar:

thanks ya.. pngetahuan ku jd nambah nih masalah msuk angin..

ria haya said...

hehehe...alhamdulillah...semoga bermanfaat!

Mr TM said...

MAntep Infonya...


Tp, minyak tanah bs d pake bwt ngerok jg...? kirain cuma buat kompor jadul ajja.....jiheheheheee

ria haya said...

@Mr TM : bisa mister...kalau dikampungku kalo ga punya balsem or minyak kayu putih ya pakai minyak tanah
tapi baunya ampuun dech....

mampir lagi sob setelah menghilang selama 2 minggu hehe, sob saya undang buat ikutan memeriahkan ultah blog saya. Ditunggu ikut sertanya :)

Gaphe said...

abis kerokan kentat kentut gak tuh?..gak sekalian diseka aja tuh perut pake botol isi aer panaS?

hemm... kerokan tuh ada filosofi mendalam loh :
orang kerokan nggak bisa sendirian, jadi kerokan tuh berarti saling membutuhkan.. kadang kalo rang ngerokin lagi butuh, bisa minta tlong sama yang dulu pernah dikeroki (simbiosis mutualisme).

ria haya said...

@Shudai : wah makasih sob atas undangannya, mg sukses n ramai acaranya

@Gaphe : justru itu.. kentutnya yang ditunggu Phe... :p
iya setuju banget tuch sob filosofi kerokannya

setuju saya.. air putih itu sangatlah ampuuuh tuk segala macam penyakit :)

ria haya said...

iya, murah lagi
semoga ketersediaan air bersih di bumi tetap melimpah ya... :)