Lagi Serius

4/08/2011 07:29:00 PM ria haya 3 Comments

Pagi ini, di tengah canda tawa sambil menikmati sarapan sebelum kerja di pagi yang cerah, tiba-tiba seluruh ruangan sepi, seluruh kicauan dari mulut kami di pagi hari berhenti seketika. Seorang teman datang mengabarkan bahwa teman sekantor kami meninggal dunia pada pukul 06.41 pagi

Teman kantor, sekaligus kakak angkatan satu jurusan waktu kuliah, sekaligus suami teman yang pernah setim bekerja denganku. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un... semoga amal ibadahnya diterima Allah swt dan diampuni segala dosa-dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, kesabaran dan keimanan yang kuat. Amiin
Sudah dua orang teman kantor meninggal, selama aku bekerja di sini. Semua karena penyakit.
Rejeki, jodoh, mati adalah rahasia Sang Pencipta. Kalau kita tahu semua itu waktunya kapan, mungkin hidup kita tidak seindah dan sewarna-warni kini. Mungkin malah jadi aneh.
Tak terasa, satu per satu orang-orang di sekitar kita pergi, dengan kehidupan yang baru atau pergi untuk selamanya. Ada yang sempat mengucapkan salam perpisahan, ada yang tidak. Bahkan sekedar untuk menghadiri acara pemakaman pun  tak bisa. Hanya bisa berdoa dari jauh. Semoga segala salah dan khilaf, ikhlas termaafkan.

Kematian adalah sesuatu yang pasti. Bisa jadi kematian adalah satu-satunya hal yang pasti dialami setiap manusia.
Kematian adalah sesuatu yang sangat dekat, lebih dekat dengan urat leher kita bahkan, namun sering terlupakan.

Kita sering berpikir soal cita-cita dan harapan hidup. Adakalanya setinggi bintang di langit. Orang yang sukses menghadapi sang maut adalah mereka yang menutup hidupnya dengan indah (khusnul khotimah). Yaitu orang-orang yang menjalani hidupnya dengan istiqomah, menjaga diri dari perbuatan dosa dan terbiasa melakukan evaluasi terhadap amalnya.
Soal kapan dan bagaimana mereka mati tidak menjadi persoalan, karena ini rahasia mutlak Allah swt.




3 komentar:

jadi merenung setelah baca postingan kamu ini...kereen...dan sangat dalam sekali...

salam

Gaphe said...

sama seperti kejadian di kantor dua minggu lalu, temen sekantor (beda cabang) juga ada yang meninggal karena sakit. Saya mengenal beliau sejak pertama kali masuk, dan pas denger beliau sakit dan opname.. langsung berencana ngumpulin sumbangan di sorenya, eh tenyata malemnya udah nggak ada.

sekarang yang bisa dilakukan kan hanya mendoakan.

ash said...

iya yang bisa dilakukan hanya mendoakan, semoga beliau mendapatkan tempat terbaik disisiNya. amin.