Perompak Somalia Part 3

4/10/2011 10:25:00 PM ria haya 3 Comments

Persenjataan dan Pendanaan

Para perompak mendapatkan sebagian besar senjata mereka dari Yaman, namun jumlah yang signifikan datang dari Mogadishu , ibukota Somalia. Dealer Senjata di ibukota menerima deposit dari Hawala dealer atas nama bajak laut dan senjata kemudian ditujukan untuk Puntland dimana bajak laut membayar saldo tersebut. Berbagai foto bajak laut di situ menunjukkan bahwa senjata mereka didominasi AKMs , RPG -7s , AK47s, dan pistol semi-otomatis seperti TT-30. Selain itu, mengingat asal-usul tertentu persenjataan mereka, mereka cenderung memiliki granat tangan (hand grenades) seperti -RAK 5 atau F1.
Pendanaan operasi pembajakan sekarang ini terstruktur dalam bursa saham, dengan investor membeli dan menjual saham dalam serangan-serangan mendatang di bursa di Harardhere.

Wow…baru tau saya kalau ada The Pirate Stock Exchange. Busyet dach…


Bajak laut mengatakan uang tebusan dibayar dalam tagihan besar denominasi dolar AS . Hal ini disampaikan kepada mereka di karung goni yang  dijatuhkan dari helikopter atau kotak dalam koper kecil tahan air yang dimuat ke perahu ringan. Tebusan uang juga telah dikirimkan ke bajak laut melalui parasut, seperti yang terjadi pada Januari 2009 ketika sebuah kontainer jeruk dengan $ 3 juta tunai di dalamnya dijatuhkan ke dek tanker MV Sirius Star untuk membebaskan kapal dan awak. Lihatlah gambar di bawah ini!  :)

Dramatic: The apparent ransom payment is delivered via a parachuted container to pirates holding the Sirius Star
A close up of the parachuted ransom falling towards the Sirius Star
Flying drop: The small aircraft flies towards the MV Sirius Star during the apparent parachuted payment
Delivered: The aircraft appears to fly off after dropping the ransom on the ship
Released: Sirius Star was seized in November by Somali pirates. Reports suggest the supertanker has now been freed

Untuk mengotentikasi uang kertas, bajak laut menggunakan penghitungan mesin uang, teknologi yang sama digunakan pada biro valuta asing di seluruh dunia. Menurut salah satu bajak laut, mesin ini, pada gilirannya, dibeli dari koneksi bisnis di Dubai, Djibouti, dan daerah lainnya. Sandera yang dirampok oleh bajak laut biasanya harus menunggu 45 hari atau lebih untuk menunggu pemilik kapal membayar uang tebusan dan pembebasan aman mereka.



Referensi :

3 komentar:

Hani said...

Wah...dunia saham ada yang bajak segala ya....apakah ini sama dengan pemboikotan ya??

Ckc kc kc kck, Kapten Hook :D

moonlite! said...

kunjungan pertama bersama trip on indonesia. mampir yuk! ☺

emang, masalam perompak somalia belum terselesaikan. tapi kita sebagai Bangsa Yang Besar teruslah berdoa untuk keselamatan para sandra