Seperti Mata Raksasa

3/14/2012 05:16:00 PM ria haya 17 Comments



Gambar ini memperlihatkan Gemasolar Power Plant, sebuah pembangkit listrik tenaga surya yang terletak di Fuentes de AndalucĂ­a (Seville, Spanyol), dengan koordinat 37°33'38.29"N, 5°19'53.45"W, menempati area seluas 185 hektar di daerah pedesaan. Gemasolar merupakan pembangkit skala komersial pertama yang menggunakan 'baterai' inovatif yang menyimpan energi sebagai garam cair (molten salts)

Sepertinya gambar ini baru dirilis oleh GeoEye, karena sebelumnya saya belum pernah melihatnya di Google Earth (pada layer GeoEye Featured Imagery ).

Tampak pola simetris melingkar dari cermin panel, yang konon kabarnya merupakan yang pertama di dunia, sebagai stasiun surya yang menghasilkan listrik pada malam hari. Penampakannya dari atas (angkasa) seperti bola mata manusia berukuran raksasa. Jika diamati lebih dekat, di tengah-tengah mata ini terlihat sebuah menara yang menjulang tinggi, rupanya itu adalah menara surya beton setinggi 40 lantai.



Menara tersebut dikelilingi oleh 2,650 cermin (disebut heliostat) yang mengumpulkan sinar matahari (scorching rays) dan memantulkannya ke bagian atas menara, yang menyimpan panas dan mengubahnya menjadi energi. Dalam "power tower", potassium dan sodium nitrate kalium dipanaskan sampai 565 ° C dan kemudian melewati penukar panas di mana mereka mengubah air menjadi uap untuk menggerakkan turbin di pembangkit 19,9 MW. Ketika ada lebih banyak panas yang dibutuhkan untuk menggerakkan turbin, beberapa larutan garam panas disimpan dalam tangki. Baterai ini memungkinkan listrik yang akan dihasilkan hingga 15 jam, ketika  tidak ada sinar matahari .


Di musim dingin, sinar matahari harian tidak mencukupi pembangkit untuk beroperasi pada daya penuh sepanjang malam. Torresol Energy dapat mengoperasikan plant sampai baterai habis, atau dapat memodulasi kekuatan turbin selama kegelapan sehingga berada pada maksimum antara 11 dan 11:30, ketika  permintaan  listrik tinggi. Dengan cara ini Gemasolar harus dapat menghasilkan listrik untuk 6500 jam per tahun.

Ketika selesai pada 2013 nanti, power plant ini diharapkan akan memberikan cukup energi untuk kota Seville.




Mungkinkah di negara kita akan dibangun power plant semacam ini? Supaya tidak ada lagi byar pet. Ibukota kok byar pet mulu sich...

17 komentar:

iihhh canggih :D

Dihas Enrico said...

wuih keren abis...
:)
kapan di indonesia...??

iwan said...

pertama kirain gambar kipas angin..hihi..
Mungkin saja dibagun..ayoo..kita berdoa bersama (lho?)

Ita said...

Ah ga usah bayangin yg begituan dibangun di indonesia, nanti jadi ladang baru korupsi #emak keburu pesimis#

Gaphe said...

keren banget yaah.. sayang diluar negeri. padahal kalo mau bikin yaa bisa juga, cuman koq ya sumberdayanya pada kemanaaa aja.

hhemmm... objek fotografi yang bagus tuh!

wah, besar sekali ya....
keren tampaknya, makasih ya, saya jadi tahu...

Andy said...

wah kalau Sumber Tenaga Matahari kagak bisa semabarang di bangun mba kaya Tenaga Nuklir yang lumayan mudah,soalnya Tenaga Matahari sangat amat butuh ruang yang sangat jauh dari pemukiman pendudukan jaraknya,soalnya radiasi dari Tenaga Matahari itu bisa amat berbahaya bagi orang yg tinggal didekatnya
Jadi mungkin bisa ada di Indonesia,tapi lokasi yang cocok mungkin daerah Kalimantan,Papua yang punya luas wilayah lebih dibanding pulau jawa

Ririe Khayan said...

Berharap semoga tekhnologi tersebut bisa di bangun di Indonesia, saya yakin SDM kita sudah cukup mampu. BUktinya di luar negeri, banyak orang INdonesia menempati pos-pos startegis dlama dunia iptek kan?

ria haya said...

yoi...

ria haya said...

tanyakan pd rumput yg bergoyang :D

ria haya said...

hahaha, iya jg ya mirip kipas angin

ria haya said...

wew....eneg bgt nich pasti bu Ita, liat berita isinya korupsi ma KKN mulu

ria haya said...

kemana...kemanaaa...kemanaaa...? (ayu ting2 mode on :D)

ria haya said...

iya Pak...
semoga infonya berguna yach hehehe

ria haya said...

ya atur sajalah.... :D
ya klo di Jawa ya mang sudah susah menemukan area datar yg luas yg jauh dr permukiman, perlu site selection yg tepat tentu saja membangun segala sesuatu,nda hanya power plant, biar manfaatnya jadi maksimal atau optimal bin efektif dan efisien hehehe

ria haya said...

iya
di negeri sendiri "ra kanggo" plus kurang fasilitas mungkin, atau terhambat birocrazy yg berbelit-belit dan njelehi
di LN mungkin mereka lbh leluasa bergerak dan berkembang plus fasilitas lengkap, dan mungkin bayarannya OK punya ^^

heri said...

liat gambar ini jadi inget mainan, yang berbentuk budar, yang bisa menggambar spiral bundar apa itu namanya lupa hehe