Singapura H1_P2 : Singapore River Cruise

4/13/2014 07:16:00 AM ria haya 2 Comments

Sekitar jam 5 sore kami tiba di Stasiun MRT Marina Bay. Dengan berjalan kaki sekitar lima menit kami melewati Central Boulevard menuju The Shoppes at Marina Bay Sands.

Rute jalan kaki dari stasiun MRT Marina Bay ke The Shoppes
Tanda panah tempat kami nongkrong

Di depan The Shoppes kami menikmati angin sore dengan pemandangan Singapore River dan gedung-gedung pencakar langit distrik keuangan Singapura. 





Sore ini ingin kami habiskan dengan naik perahu menyusuri Singapore River. Menikmati angin senja sambil melihat gedung-gedung yang kami lewati. Melihat kota Singapura dari perahu.  
Waktu yang paling baik menurut saya untuk memulai pelayaran adalah sekitar jam lima lebih sampai setengah enam sore (WIB) atau mungkin kalau waktu Singapura sekitar jam 7an pm. Cuaca sudah tidak terlalu panas lagi, langit juga tidak terlalu gelap. Lampu-lampu di jembatan dan gedung-gedung baru mulai menyala. Kita bisa melihat siluet dari gedung-gedung pencakar langit yang tampak terlihat sangat menarik. Dan kita bisa menikmati warna-warni awan sore, pink, jingga, biru. Romantis dech... :)
Maka kamipun segera bergegas menuju ticket booth kawasan Bayfront South.


Ticket booth

Kami membeli tiket Singapore River Experience seharga $20 per orang, untuk durasi perjalanan sekitar 40 menit. Cukup mahal yah...? Tapi gak apa-apa lah, daripada penasaran. Kami harus menunggu perahu (bumboat) kami sekitar 20 menit. 
Bumboat adalah jenis perahu yang digunakan untuk Singapore River ExperienceBumboat pernah digunakan sebagai sarana transportasi barang dan kargo pada awal-awal sejarah Singapura. Berasal dari tahun 1600-an di Eropa, dan tidak memiliki layar. Bumboat berperan penting dalam mendorong kegiatan perdagangan di Singapore River selama lebih dari 150 tahun, membawa kargo ke berbagai tujuan.

Tiket naik perahu
Bumboat

Perahu kamipun tiba. Di dalam perahu rupanya sudah ada penumpang. Mungkin dari dermaga lainnya. Cukup ramai juga penumpangnya, kami menempati tempat duduk yang tersisa. Tempat duduk terbuka di buritan, incaran kami sudah penuh. 

Perahu berjalan cukup pelan, jadi tidak usah takut duduk dipinggirnya, karena gelombang airnya tenang. Sepanjang jalan ada semacam audio narasi yang menjelaskan nama area atau gedung yang kita lewati beserta penjelasan sejarahnya. Dalam Bahasa Inggris tentu saja hehe. 

Gambar di bawah ini adalah rute Singapore River Cruise

Rute Singapore River Cruise
The Singapore River Experience adalah 'the tale of 2 quays' kisah 2 dermaga, meliputi Boat Quay, Clarke Quay dan Marina Bay - dikenal karena pemandangan teluk dan distrik perbelanjaan utama Singapura.

Karena bumboat berjalan cukup pelan, memungkinkan kita untuk mengambil foto dengan cukup mudah. Berikut ini adalah foto-foto yang berhasil saya ambil dari perahu, beserta penjelasan singkatnya.

1. Singapore River
Muara Singapore River merupakan pelabuhan tua Singapura, yang secara alami terlindungi oleh pulau-pulau selatan. Secara historis, kota Singapura awalnya tumbuh di sekitar pelabuhan sehingga muara sungai menjadi pusat perdagangan dan keuangan. Sampai hari ini, daerah sekitar mulut Singapore River tua, Downtown Core, merupakan bagian area yang paling mahal dan ekonomis penting di Singapura.


Singapore River
Distrik keuangan Singapura


2. Marina Bay Sands Hotel
Marina Bay Sands merupakan resor terintegrasi yang menghadap ke Marina Bay di Singapura. Dikembangkan oleh Las Vegas Sands (LVS), disebut sebagai stand-alone casino property yang paling mahal di dunia seharga 5,7 miliar dolar AS, termasuk biaya untuk lahannya Marina Bay Sands terletak di 15,5 hektar lahan dengan luas lantai kotor 581.000 meter persegi. Desain ikoniknya telah mengubah cakrawala dan pariwisata lanskap Singapura sejak dibuka pada tanggal 27 April 2010. Properti ini memiliki sebuah hotel, fasilitas konvensi dan pameran, bioskop, tempat hiburan, retailers, dan restoran 

Marina Bay Sand Hotel


3ArtScience Museum
ArtScience Museum merupakan museum ArtScience pertama di dunia , dengan bentuk arsitekturnya yang mengingatkan pada bunga teratai (lotus). Dimaksudkan sebagai "The Welcoming Hand of Singapore" oleh Sheldon Adelson, pimpinan visioner di Las Vegas Sands Corp. 


ArtScience Museum 
4Singapore Flyer
Singapore Flyer merupakan  kapsul pengamatan tertinggi di dunia, dengan tinggi 165 meter, lebih tinggi 5 meter dari Star of Nanchang di China dan 30 meter lebih tinggi dari London Eye di Inggris. Singapore Flyer menawarkan pemandangan 3 negara sekaligus, Singapura, Malaysia (Johor) dan Indonesia (Batam). Singapore Flyer terdiri dari roda pengamatan berdiameter 150 meter, pada keliling roda tersebut terdapat 28 kapsul berpendingin udara yang dapat menampung 28 orang, dan gedung terminal 3 lantai yang didalamnya terdapat toko souvenir, restoran, dan bar. Untuk berputar satu putaran penuh, Singapore Flyer membutuhkan waktu 37 menit
(Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Singapore_Flyer)
Rencananya kami ingin ke sini, tapi karena keterbatasan waktu dan harga tiketnya juga lumayan mahal, jadi kami urungkan dulu menikmati wahana ini.



Singapore Flyer and The Float at Marina Bay 


5The Float at Marina Bay 
The Float at Marina Bay juga dikenal sebagai The Marina Bay Floating Platform merupakan panggung terapung terbesardi dunia. Terletak di perairan Marina Reservoir, di Marina Bay, Singapura. Platform apung Marina Bay seluruhnya terbuat dari baja, dengan ukuran panjang 120 meter dan lebar 83 meter,5% lebih besar dari lapangan sepak bola di The National Stadium
Galeri di stadion memiliki kapasitas tempat duduk 30.000 orang.
(Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/The_Float_at_Marina_Bay)


The Float at Marina Bay (Marina Bay Seating Gallery)
6. The Esplanade – Theatres on the Bay
Menempati 6 hektar lahan,  tepat di tepi Marina Bay di mulut Singapore RiverMerupakan salah satu pusat seni pertunjukan terbesar di dunia.
Esplanade terdiri dari dua ruangan besar, sebuah teater dengan 2.000 kursi dan Concert Hall dengan 1.600 kursi, dan dilengkapi dengan dua studio yang lebih kecil, sebuah teater luar ruang serta sebuah mal. Dua kubah yang menjadi lokasi Teater dan Concert Hall dirancang dengan bahan kaca, untuk memberi kesan terbuka. Agar pusat seni tetap dingin di suhu tropis, lebih dari 7.000 keping penahan matahari dari aluminium bersama dengan rangka penutup berlapis glazur ganda dipasang pada rangka penopang baja untuk membentuk penutup yang menjadikan pusat seni ini sebuah ikon arsitektur mempesona, di depan cakrawala kota Singapura. Penutup berbentuk duri itu akhirnya menjadi nama sebutan yang populer berdasarkan buah favorit masyarakat lokal, Durian.
(Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Esplanade)

The Esplanade – Theatres on the Bay

7The Cavenagh Bridge
Cavenagh Bridge merupakan satu-satunya jembatan gantung dan jembatan tertua di Singapura. Terletak di bagian hilir Singapore River (Downtone Core). Jembatan yang menggunakan design kabel gantung ini, mulai dipakai pada abad 19 sekitar tahun 1870. Letaknya di dekatThe Fullerton Hotel
(Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Cavenagh_Bridge)


The Cavenagh Bridge


8. The Asian Civilisations Museum
Merupakan salah satu museum perintis di wilayah tersebut untuk mengkhususkan diri dalam budaya dan peradaban pan-Asia. Museum ini menceritakan sejarah China, Asia Tenggara, Asia Selatan dan Asia Barat, dimana orang-orang Singapura dapat menelusuri jejak para leluhurnya.


The Asian Civilisations Museum

9Clark Quay
Merupakan sebuah kaleidoskop warna-warni bangunan perumahan antik , restoran , hip cafes , klub jazz dan banyak lagi yang terletak di sebuah dermaga di pinggir Singapore River. Pada jaman dahulu, Singapore River merupakan tempat mengalirnya arus perdagangan dari luar Singapore. Para pedagang menaruh barang-barangnya di Clarke Quay. Sekarang, Clarke Quay adalah sebuah area yang selalu hidup, apalagi di waktu malam, ramai dengan orang yang berpesta (dugem). Clark Quay merupakan pusat klub malam yang diminati di Singapore. 




Clark Quay

9Riverside Point and Jumbo Seafood
Riverside Point merupakan sebuah shopping mall yang terletak di Clark Quay



Riverside Point 

Jumbo Seafood adalah jaringan restoran terkenal yang mengkhususkan diri dalam makanan laut, dengan berbagai outlet di seluruh Singapura. Hidangan yang paling terkenal akan kepiting cabai, hidangan populer di Singapura. Terletak di Clarke Quay


Jumbo Seafood 


10The Fullerton Hotel Singapore
The Fullerton Hotel Singapore adalah salah satu bangunan paling ternama di Singapura, hotel mewah bintang lima yang terletak di dekat mulut Singapore River. Hanya ada dua bangunan lain di kota ini yang memiliki kemewahan arsitektur yang setara, yaitu City Hall dan Supreme Court. Hotel megah ini mencerminkan masa-masa kejayaan arsitektur Palladia, dapat dilihat dari gerbang keretanya yang monumental dan tiang-tiang Doric yang khas.
(Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/The_Fullerton_Hotel_Singapore)


The Fullerton Hotel



11Merlion Park
Merlion Park  terletak di One Fullerton, Singapura dekat Central Business District (CBD) Singapura. Merupakan tempat yang populer di Singapura. Sepertinya kurang afdol kalau ke Singapura tidak melihat patung Merlion di sini. 


Ramainya Merlion Park


12The Helix Bridge
Merupakan jembatan yang mengagumkan, menghubungkan Marina Bay ke Marina Centre. Berlokasi di samping jembatan Benjamin Sheares dan terletak sejajar dengan Bayfront Bridge untuk lalu lintas, jembatan ini secara resmi dibuka pada tanggal 24 April 2010 dan merupakan jembatan lengkung pertama di dunia. Jembatan ini mempunyai jalur penghubung pejalan kaki sepanjang 280 meter – terpanjang di Singapura – memiliki struktur ‘spiral ganda’ pertama di dunia
(Sumber : www.yoursingapore.com)



The Helix Bridge
Begitulah gambaran singkat tempat-tempat yang saya lewati sepanjang sungai. Singapore River Cruise merupakan salah satu hal yang menyenangkan untuk menjelajah Singapore Downtown Core dalam waktu singkat .
Saya jadi berandai-andai, coba di Jakarta sungainya bersih dan kita bisa berkeliling Jakarta naik perahu juga, pasti tidak kalah menarik dari Singapura.

Galeri Foto Lainnya









2 komentar:

Mba.. maaf mau tanya, sebaiknya kita naik dari dermaga yang mana ya supaya bisa pilih tempat duduk?

ria haya said...

Maaf sy kurang tau Mba Anindita. Waktu itu saya naik dari Bayfront, sudah ada penumpangnya, tapi masih tersedia cukup banyak tempat duduk kosong