Pantai Ayah Sekarang

8/26/2015 01:26:00 AM ria haya 1 Comments

Sudah lama sekali rasanya tidak berwisata ke Pantai Ayah (Pantai Logending). Mungkin terakhir berkunjung kesana sekitar 10 tahun yang lalu. Rupanya cukup banyak mengalami perubahan. Tempatnya lebih bersih dan ada peningkatan fasilitas. Masjid lebih bagus dan bersih. Warung-warung lebih teratur. Ada jembatan kayu yang panjang di pinggiran sungai, dimana kita bisa berjalan-jalan santai. Ada kuda-kuda yang bisa membawa kita berkeliling pantai (tarif RP 15.000; sekali putaran/bolak-balik). Bahkan sudah tersedia kendaraan-kendaraan ATV jika kita ingin lebih seru menjelajah di atas pasir pantai (Rp 25.000; untuk 5 kali putaran, sekitar 15 menit)

Jelajah pantai dengan ATV
Jembatan di pinggiran sungai (foto dari Panoramio)


Pantai ini merupakan muara dari Sungai Bodo yang memisahkan Kabupaten Cilacap dan Kebumen. Di atas sungai ada sebuah jembatan yang cukup panjang, di mana dari atas jembatan ini kita bisa menikmati pemandangan sungai sampai muaranya yang indah, apalagi di sore hari.

Di pantai ini juga tersedia perahu-perahu nelayan yang bisa membawa kita ke seberang sungai atau menelusuri indahnya muara Sungai Bodo. Cukup membayar Rp.10.000; per orang atau kadang-kadang ada satu rombongan yang  menawar Rp.50.000;per perahu.  Yah, mirip rivercruise di Singapore :D. Kita akan dibawa menjelajah sungai kurang lebih 15-20 menit. Lumayanlah...

Rute naik perahu di Pantai Ayah


Apa saja yang dilihat ketika menelusuri sungai?
  • Di sebelah kiri Pantai Ayah membentang pegunungan karst seperti pegunungan karst yang ada di Gunung Kidul. Jika dilihat dari perahu, penampakannya terlihat seperti di Raja Ampat hahaha

  • Mirip Raja Ampat.... dikit :D

  • Hijaunya hutan payau (mangrove) dimana di atasnya terbang sekawanan burung yang menambah indahnya pemandangan
    Sekawanan burung di atas hutan yang hijau

  • Melihat jembatan dari atas perahu

  • Deretan perahu-perahu nelayan bertengger di sisi barat sungai
Foto ini dari Panoramio (soalnya tidak sempat memfoto sendiri)

  • Di sebelah barat sungai merupakan wilayah Kabupaten Cilacap, lebih dikenal dengan nama Jetis. Di ujung sebelah kanan sungai ada Tempat Pelelangan Ikan (TPI), dimana di sini kita dapat membeli ikan-ikan segar (seafood) atau makan sepuasnya di sini, dengan harga yang cukup murah, apalagi jika kita pandai menawar harganya.
Salah satu sudut di TPI Jetis

Jika berkunjung di sore hari, kita dapat menikmati indahnya matahari sore dan semilir angin pantai yang sepoi-sepoi. Sinar matahari sore yang terpantul ke air membuat sungai berkilauan seperti kristal. Waktu yang terbaik menurut saya sekitar jam 16.30 sampai menjelang maghrib.

Indahmya air yang berkilauan terkena sinar matahari sore

Waktu dulu saya berkunjung kesini, saya berjalan sampai ujung selatan pantai. Di sana banyak terdapat bebatuan besar. Entahlah kalau sekarang, karena rasanya ujung selatan itu terlihat jauh sekali dari pintu masuk pantai

Foto jadul hahaha


Letak Pantai Ayah

Letak Pantai Ayah dari Kota Kebumen, sekitar 45 km kurang lebih 1,5 jam mengendarai mobil

Letak Pantai Ayah dari Kecamatan Adipala (Kab. Cilacap), sekitar 28 km kurang lebih 45 menit mengendarai mobil
Tiket
Untuk tiket masuk ke Pantai Ayah waktu lebaran kemarin Rp. 5.000; per orang

Transportasi
Saya menggunakan mobil pribadi waktu lebaran kemarin ke Pantai Ayah. Kalau untuk kendaraan umum, sekarang saya kurang paham. Kebanyakan orang ke sini menggunakan kendaraan pribadi atau motor.
Saya pernah menggunakan angkutan umum, tapi itu 10 tahun yang lalu. Saya naik bis kecil berpintu satu di Jalan Raya Gombong-Jatijajar. Saya naik di sekitar perbatasan Kabupaten Banyumas dan Kebumen (Jalan Raya Kebumen - Cilacap yang merupakan jalan nasional). Karena bis kecil itu tidak sampai ke pantainya, saya sambung dengan menumpang semacam omprengan bersama dengan para pedagang sayur sampai di depan loket pintu masuk Pantai Ayah hahaha. Sepertinya lebih seru naik angkutan umum yah jika suka berpetualang.


Note : Semua foto merupakan dokumen pribadi, kecuali yang ada keterangan Panoramio

1 komentar:

PAK RUDI said...

Assalamualaikum wr.wb mohon maaf kepada teman teman jika postingan saya mengganggu anda namun apa yang saya tulis ini adalah kisah nyata dari saya dan kini saya sangat berterimah kasih banyak kepada Mbah Rawa Gumpala atas bantuan pesugihan putihnya tampa tumbal yang sebesar 15m kini kehidupa saya bersama keluarga sudah sangat jauh lebih baik dari sebelumnya,,saya sekaran bisa menjalanka usaha saya lagi seperti dahulu dan mudah mudahan usaha saya ini bisa sukses kembali dan bermanfaat juga bagi orang lain,,ini semua berkat bantuan Mbah Rawa Gumpala dan ucapa beliau tidak bisa diragukan lagi,bagi teman teman yang ingin dibantuh seperti saya dengan pesugihan putih bisa anda hubungi di no 085 316 106 111 jangan anda ragu untuk menghubuni beliau karna saya sudah membuktikannya sendiri,karna Mbah tidak sama seperti dukun yang lain yang menghabiskan uang saja dan tidak ada bukti sedankan kalau beliau semuanya terbukti nyata dan sangat dipercay,,ini unkapan kisah nyata dari saya pak Rudi di semarang.Untuk lebih lenkapnya silahkan buka blok Mbah di šŸ£PESUGIHAN PUTIH TANPA TUMBALšŸ£