Suatu Sore di Sudut Jalan

12/01/2010 12:50:00 AM ria haya 0 Comments

Untuk kedua kalinya kepalaku terkena tendangan bola.Wah, jangan ngebayangin aku lagi nonton bola di stadion ya, karena kalau nonton pertandingan bola di stadion aku takut akan huru haranya. Padahal pengin sich sekali-kali nonton timnas main.
Heran dech, kenapa pada seneng banget sich bikin rusuh??? Harus diapain lagi ya, kayaknya dah banyak teori dan perdebatan di TV tentang persepakbolaan Indonesia, tetep aja pada ribut kalo bertanding…ckckckck..tak patut….

Back to kepalaku hehehe… Yach sore tadi waktu pulang kerja, seperti biasa ada anak-anak kecil pada main bola di sudut jalan perumahan. Dan seringnya kalau aku lewat tu bola meluncur kearahku, kadang2 ikutan nendang bola juga sich hehe… Tersenyum karena melihat anak-anak ceria bermain, sekaligus miris. Mereka bermain dengan lahan yang sempit, yang sewaktu-waktu bola bisa melayang mengenai genteng, kaca atau orang yang lewat.
Nda nyalahin mereka juga sich kenapa bermain bola di jalanan. Kurangnya lahan terbuka atau lapangan bermain memaksa mereka bermain bola seadanya di jalanan. Bahkan aku pernah melihat anak-anak bermain bola pada hari minggu pagi di jalur busway jalur 6 yang kearah Ragunan. Jalur itu sepertinya bukan jalur car free day. Kalau yang ini jelas bahaya, haduh kok dibiarin aja sich…
Kadang – kadang merasa kasihan dengan anak-anak kota, mo main bola aja susahnya, tak heran banyak yang suka ngegame di compi aja, karena kurangnya lahan tuk tempat bermain. Pembangunan berbagai bangunan tidak diimbangi arena terbuka buat bermain. Sepertinya Rencana Tata Ruang Kota hanya sebagai proyek atau wacana saja, atau mungkin hanya sebagai koleksi pemda saja. Entahlah??

Jadi teringat masa kecil di kampung. Teman – teman bermain bola dengan bebas di depan rumah nenek. Halaman rumah nenekku emang luas, seluas lapangan bola. Kalau di kota pasti tu lahan bisa di bangun kos-kosan atau kontrakan yang banyak hahahaha. Kok luas amat? Karena tu halaman buat menjemur padi pada masa panen. Nah kalau lagi masa tanam, tu halaman bisa jadi tempat bermain apa saja, mo sepak takrow, gobak sodor, kasti, badminton, dll. Seneng karena rumah jadi rame, banyak teman.

Jadi pengin nyanyi lagunya Iwan Fals (Mereka Ada di Jalan) hehehe

Pukul tiga sore hari Di jalan yang belum jadi
Aku melihat anak anak kecil Telanjang dada telanjang kaki
Asik mengejar bola

Kuhampiri kudekati Lalu duduk di tanah yang lebih tinggi
Agar lebih jelas lihat dan rasakan Semangat mereka keringat mereka
Dalam memenangkan permainan

Ramang kecil Kadir kecil Menggiring bola di jalanan
Ruli kecil Riki kecil Lika liku jebolkan gawang

Tiang gawang puing puing Sisa bangunan yang tergusur
Tanah lapang hanya tinggal cerita Yang nampak mata hanya
Para pembual saja

Anak kota tak mampu beli sepatu
Anak kota tak punya tanah lapang
Sepak bola menjadi barang yang mahal
Milik mereka yang punya uang saja
Dan sementara kita disini di jalan ini

Bola kaki dari plastik Ditendang mampir ke langit
Pecahlah sudah kaca jendela hati Sebab terkena bola
Tentu bukan salah mereka

Roni kecil Heri kecil Gaya samba sodorkan bola
Nobon kecil Juki kecil Jegal lawan amankan gawang
Cipto kecil Suwadi kecil Tak tik tik tak terinjak paku
Yudo kecil Paslah kecil Terkam bola jatuh menangis

0 komentar: