Bus dan RSUD

8/06/2015 07:49:00 PM ria haya 0 Comments

Hampir setiap sebulan sekali saya mengantar Bapak ke RSUD Banyumas untuk kontrol rutin ke dokter jantung. Karena saya belum pintar mengemudi mobil melewati jalan yang menanjak berkelok-kelok, maka naik bus umum menjadi pilihan saya ke sana. Kenapa tidak ke RSUD Cilacap? Saya hanya merasa sedih jika ke sana karena pelayanannya jauh dari harapan, petugasnya sangat tidak ramah, dan RSnya tidak sebersih Banyumas. Mungkin mereka lelah.

Karena naik angkutan umum, kami harus berangkat lebih pagi. Jika berbarengan dengan anak-anak sekolah, maka bus penuh dengan anak-anak sekolah. Jika sudah melebihi jam 7 pagi, bus hampir kosong. Hanya ada satu dua penumpang saja, dan rata-rata para orang tua yang berobat juga di RSUD. Jarang sekali saya jumpai pegawai atau pekerja kantoran yang naik angkutan umum. Mungkin kalau saya jadi pekerja atau pegawaipun saya lebih memilih naik kendaraan pribadi atau kos saja.

Bus waktu jam pergi dan pulang sekolah


Untuk bus tanggung antar kota kabupaten (Antar Kota Dalam Provinsi/AKDP), jarang sekali saya jumpai bus yang terisi penuh selain pada jam pergi dan pulang sekolah. Busnya juga kebanyakan sudah tua dan usang. Tidak seperti jaman saya sekolah dulu, kinclong dan kadang ada yang ber-AC. Kalau untuk bus antar provinsi (AKAP) sekarang sudah bagus-bagus dan inovatif. Hal itu terjadi juga sepertinya  karena ada satu armada bus baru yang bisa membuat gebrakan dengan pelayanan bagus serta bus-bus yang masih baru dengan warna-warna cerah, sehingga akhirnya armada lain terpaksa harus mengikutinya agar pasarnya tidak semua diambil oleh armada baru tersebut. Tapi untuk bus antar kabupaten, sepertinya kondisinya agak menyedihkan. Anak-anak sekolah sekarang kebanyakan membawa motor, daripada lama menunggu bus dan berdesak-desakan.

Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana jika ayah saya masih bekerja di bus yang hampir kosong ini. Berapa pendapatan yang akan beliau terima, cukupkan untuk perawatan bus (biaya operasional), setoran, dan biaya hidup?
Saya maklum orang-orang tentu lebih memilih memakai kendaraan pribadi, karena lebih nyaman dan waktunya lebih fleksibel. Dan, yah, tidak dipungkiri kredit motor dan mobil pribadi sekarang sepertinya semakin mudah. Jadi sudah semakin banyak juga keluarga yang mempunyai motor, entah itu baru atau bekas.


Hampir setiap hari RSUD Banyumas selalu ramai. Saya bisa hampir seharian  berada di sana hanya untuk kontrol. Semuanya antri panjang dan lama. Semakin banyakah orang yang sakit? Karena pelayanannya saya lihat cukup cepat dan sigap. Dan jika sudah menjelang sore, kadang saya mendengar keluhan beberapa orang yang rumahnya jauh seperti dari Cilacap Barat atau kabupaten lain, yang memakan waktu sekitar 2-4 sekali perjalanan ke RSUD Banyumas. Mereka kebingungan, bagaimana mereka akan pulang? Menjelang sore apakah masih ada kendaraan yang bisa mereka tumpangi untuk pulang kembali ke rumah? Bahkan di Jawapun masih terjadi hal-hal seperti ini. Bagaimana di luar Jawa yah?

#hanyacurhatngalorngidul

0 komentar: