Posts

Showing posts from August, 2011

Surup nang Segara

Image
Lokasi : Pantai Bunton dan Pantai Sodong, Kec. Adipala, Kab. Cilacap, Jateng Koordinat (  7°41'21.98"S, 109° 8'21.95"E dan   7°41'29.06"S, 109°10'38.07"E) Lokasi foto yang bertanda kuning

short story about one of my best friend

Her name is Mutmainah. Someone who is simple and unpretentious, kind, diligent, and a loyal friend. Playmates ever since I was a kid. She was always willing to take the time to help me if I needed a friend to accompany me to go to a place where I wasn't brave enough to go alone. With her, I learned to read the Holly Qur'an and memorize Juz'ama in a small mosque near my house. Her house is only about 100 yards behind my house. Behind her house, sprawling rice fields. A place where we used to fly kites or just rolling around and upside down in a haystack dry. She was always diligent to come to the mosque every day. Clean the mosque every Sunday morning, when other friends as I was busy watching cartoons on TV. A child who is obedient and almost always willing to extend her hand to help others. Anyway, my childhood memories with her will never be forgotten. But since we graduated from junior high school, we rarely meet. I went to the district to continue high school. She di...

HUIS

Image
Je veux avoir une maison comme les images ci-dessus Lokasi : Tembagapura, Papua hehehe, cuma iseng...ga bisa tidur...hadeehhhhh  

Angkot Mogok

Julukan Jakarta memang kejam, mungkin sudah tak asing lagi di telinga kita. Dan aku sudah sering melihatnya dengan mata kepalaku  sendiri. Kemarin sore pulang dari kantor, seperti biasa aku naik angkot. Di bulan Ramadhan ini, biasanya kemacetan sudah terjadi sejak pukul 3 sore. Semua orang bergegas pulang, mungkin sebelum waktu berbuka mereka sudah ingin sampai ke rumahnya masing-masing. Jalanan lebih macet daripada hari-hari biasa sebelum Ramadhan. Walaupun bulan puasa, tidak mengubah sikap orang di jalanan. Serobot sana , serobot sini, dengan saling melirik tajam jika ada sedikit saling senggol antar kendaraan. Hmmmm…. Diantara kemacetan, tiba-tiba angkot yang aku naiki mogok. Mesinnya mati. Rupanya sang sopir menghidupkan mesinnya dengan cara menggabungkan dua kabel yang ada di belakang kursinya, dekat dengan pintu penumpang. Tampak dengan susah payah dia mencoba menghidupkan mesin angkotnya. Suara klakson yang tidak sabar sudah bersautan di belakang angkot, padahal angkotnya s...

Haul Truck, Shovel Raksasa, dan Glacier: Grasberg Mine yang Bikin Takjub

Image
Tambang Terbuka Grasberg ( Grasberg Open Mine Pit ) adalah tambang emas terbesar di dunia dan tambang tembaga ketiga terbesar di dunia. Tambang ini terletak di provinsi Papua di Indonesia dekat latitude -4,053 dan longitude 137,116, dan dimiliki oleh Freeport yang berbasis di AS(67.3%), Rio Tinto Group (13%), Pemerintah Indonesia (9.3%) dan PT Indocopper Investama Corporation (9%). Letak Tembagapura, HV, Grasberg Mine dan Puncak Jaya Orang pertama yang melihat Gunung Grasberg adalah seorang Geolog dari Belanda bernama Jean-Jacquez Dozy pada tahun 1936. Dozy melihat dan melaporkan adanya keganjilan tumbuhan di sebuah gunung yang terletak kurang lebih 4 km di sebelah utara-barat Ertsberg. Dia menamakan gunung tersebut sebagai Grasberg atau Gunung Rumput. Grasberg yang ditumbuhi rumput tampak kontras dengan daerah sekitarnya. Setelah hampir lebih dari  30 tahun, catatan geologi menyebutkan bahwa di dunia ini hanya ada dua cebakan mineral tipe porpiri yang dikategorikan me...

Darvaza

Image
Kawah Gas Darvaza ( Darvaza Gas Crater ), juga dikenal sebagai "The Burning Gate", "Hell's Gate" or the "The Door to Hell", merupakan salah satu situs paling luar biasa di Turkmenistan dan memiliki salah satu pemandangan paling apokaliptik di dunia. Berdiameter sekitar 60 m dengan kedalaman 20 m. Darvaza dalam bahasa Turkmen “Derweze” yang artinya gerbang, adalah sebuah desa di Turkmenistan berpenduduk sekitar 350 jiwa, terletak di tengah gurun Karakum, sekitar 260 km sebelah utara dari Ashgabat. Penduduk Darvaza sebagian besar berasal dari suku Teke yang melestarikan gaya hidup setengah nomaden. Derweze adalah daerah yang kaya akan gas alam. Pada tahun 1971, ahli geologi menemukan sebuah gua yang penuh dengan gas alam. Tanah di bawah rig pengeboran runtuh, meninggalkan lubang besar dengan diameter sekitar 70 meter (230 kaki) pada koordinat 40°15'9.15"N, 58°26'21.79"E. Untuk menghindari pembuangan gas beracun, maka diputuskan untuk ...

Ngakak di Trem dan Kabut Papua: Awal Petualangan Grasberg Mine

Image
Akhirnya aku mendapatkan izin untuk berkunjung ke Grasberg Mine . Sebenarnya, tujuan utamaku hanya satu: menjejakkan kakiku di bumi Papua dan melihat tempat adikku bekerja. Sisanya? Bonus. Keberuntungan. Dua minggu sebelum keberangkatanku, adikku sempat bilang kalau tidak ada jadwal Grasberg Mine Tour di tanggal-tanggal kunjunganku. Aku santai saja. “Tidak apa-apa, yang penting aku ke sana,” kataku. Aku tidak mau mengubah tanggal atau menunda kunjungan ke pertengahan bulan Ramadhan. Tapi ternyata, adikku masih berusaha—dan berhasil! Berarti, ya, aku beruntung. 😊 Pukul 6 pagi, aku sudah harus siap berangkat melewati HEAT Road . Sebenarnya, kondisi badan harus fit karena tekanan udara tinggi di sana… tapi flu-ku makin menjadi. Tapi bukan alasan untuk mundur. Aku harus memakai helm, kacamata, rompi, sepatu khusus pertambangan , dan tentu saja jaket tebal yang menjaga hangat tubuh dari udara super dingin. Hasilnya? Badanku jadi seperti bola, tinggal menggelinding saja. Perjalanan menu...

Pasport oleh Rhenald Kasali

Pasport - Jawapos 8 Agustus 2011 oleh Rhenald Kasali pada 09 Agustus 2011 jam 8:00 Setiap saat mulai perkuliahan, saya selalu bertanya kepada mahasiswa berapa orang yang sudah memiliki pasport.  Tidak mengherankan, ternyata hanya sekitar 5% yang mengangkat tangan.  Ketika ditanya berapa yang sudah pernah naik pesawat, jawabannya melonjak tajam. Hampir 90% mahasiswa saya sudah pernah melihat awan dari atas. Ini berarti mayoritas anak-anak kita hanyalah pelancong lokal. Maka, berbeda dengan kebanyakan dosen yang memberi tugas kertas berupa PR dan paper, di kelas-kelas yang saya asuh saya memulainya dengan memberi tugas mengurus pasport.  Setiap mahasiswa  harus memiliki "surat ijin memasuki dunia global.". Tanpa pasport manusia akan kesepian, cupet, terkurung dalam kesempitan, menjadi pemimpin yang steril.  Dua minggu kemudian,  mahasiswa sudah bisa berbangga karena punya pasport. Setelah itu mereka bertanya lagi, untuk apa pasport ini?  Saya kataka...

20110729 - Disiplin, Dingin, dan Kemewahan di Ketinggian

Image
Setelah turun dari chopper, perjalanan dilanjutkan menuju barak menggunakan semacam shuttle bus. Sebenarnya, jika berjalan kaki mungkin hanya membutuhkan waktu sekitar 10–15 menit untuk sampai ke tujuan. Namun, karena kondisi jalan yang basah alias becek serta medannya yang naik turun, naik bus terasa jauh lebih nyaman, hehehe. Bis Kondisi jalan  “Wah, sepi sekali,” gumamku begitu tiba di Tembagapura. Ya iyalah, semua orang sedang bekerja. Begitu sampai di barak tempat adikku tinggal, suasananya semakin hening. Kamarnya berada di bagian belakang. Setiap kali pintu dibuka, langsung terlihat sebuah bukit yang bentuknya seperti raksasa yang sedang tidur. Puncaknya diselimuti kabut tebal, menambah kesan tenang sekaligus magis. Alhamdulillah, kamarnya nyaman—jauh lebih nyaman daripada kamar kosku. Channel TV-nya juga banyak, sekitar 36 channel kalau tidak salah. Jadi kalau seharian di kamar pun tidak akan bosan, tinggal nonton TV sepuasnya. Pemanas ruangan langsung dinyala...

After Eight Chocolate

Image
After Eight. Merk dari sebungkus coklat yang diberikan teman Papua saya waktu saya akan balik ke Jakarta . Saya belum pernah dengar atau lihat merk coklat yang berbungkus hijau tua yang tampak eksklusif dan mahal ini. Maklum saya cuma mengenal coklat-coklat yang ada di supermarket saja seperti Coklat Jago, Delfi, Toblerone, Cadbury, Ferero, dan lainnya yang biasa di jual di rak-rak supermarket. Bungkusnya seperti tas, berwarna hijau dengan tulisan berwarna emas, sehingga tampak elegan. Dalam setiap tasnya berisi 22 unit coklat yang dibungkus seperti permen. After Eight Delicate Chocolates with Mint Cream Filling (Oleh-oleh dari teman di Papua) Uhuy…saya senang sekali, tidak menyangka akan dikasih oleh-oleh hehehe. Saya tukar sebungkus besar After Eight 5.29 oz dengan sebungkus brownies kering Amanda (karena tinggal itu yang saya punya) hahaha. Kalau dilihat dari harganya sepertinya tidak sebanding, kalau di internet harganya sekitar $23. Kalau di Indonesia saya tidak tahu di jual...

Seperti Capung

Image

Narsis

Image