Naik Chopper ke High Land (Tembagapura)
Tiba di Bandar Udara Mozes Kilangin , saya langsung menuju Visitor Center. Ruangannya sepi dan dingin—akhirnya jaket wol tebal yang dari tadi ngendon di tas keluar juga dari “persembunyian”. “Permisi, selamat pagi,” sapa saya ke seorang Bapak berwajah Papua asli yang tampak serius menatap layar komputer. Tidak ada respons. Saya ulangi maksud kedatangan: mau print visitor ID. Masih hening. Oke… salting level meningkat 😅. Akhirnya saya duduk manis di ruang tunggu, mencoba berprasangka baik—mungkin beliau sedang sibuk. Tak lama, dua penumpang pria lain datang dengan keperluan yang sama. Visitor ID saya sebenarnya sudah jadi dan dipegang adik di high land. Saya hanya perlu print ulang untuk akses naik. Setelah beberapa menit yang terasa lama, Bapak itu akhirnya bicara: sistem sedang gangguan. Deg! Jangan sampai ketinggalan bus atau chopper. Saya segera menyerahkan dokumen kunjungan keluarga dan request flight. Beliau membaca cepat, lalu berkata, “Baik ibu, saya bantu check-in chopper.” ...